Postingan

"Gara-gara Ida Ayu" di Kebun Raya Bogor.

Gambar
Gue selalu yakin, disetiap perjalanan akan selalu memberikan pelajaran. 27/09/2014, Kebun Raya Bogor. Perjalanan ke Kebun Raya Bogor menempuh waktu sekitar 1,5 jam dengan kereta commuter line . Ditambah naik angkot arah ke Kebun Raya Bogor dari stasiun dan nggak perlu waktu lama, kita bakal diantar sama abang angkot di depan gerbang masuk Kebun Raya Bogor. Hari itu gue cukup antusias untuk ikut kegiatan Pisman 5 Goes to Kebun Raya Bogor. Selain itu kali pertama gue kesana, juga pengin mempererat tali silaturahmi sama teman-teman. Oke, dan disana, banyak kejadian aneh bin ajaib! HAHAHA... Kejadiaan yang nggak gue sangka atau duga sebelumnya, tapi berakhir layaknya sebuah film atau sinetron di televisi. Okelah, mungkin emang bener, life is like a cinema . Hidup itu terkadang mirip sama film atau sinetron yang ada di televisi rumah kalian, walau terkadang terlalu banyak "bumbu" lebay yang dimasukkan ke dalam film/sinetron itu. Kejadian aneh bin ajaib ini bermula saat k...

Dibalik Penulisan PBCl: I Miss You, Dad!

Gambar
Alhamdulillah, penantian panjang yang berbuah manis itu kini sudah kurasakan. Betapa dulu rasanya nggak mungkin punya buku sendiri. Dan, saat sebuah novel mendarat manis di tangan sendiri, rasanya tuh... sebuah perjuangan yang terbayar! "Kak, kok bisa, sih..." "Kak, nggak nyangka, ya..." "Kakak beruntung banget, sih... Hebat, deh." "Dyah, loe keren! Gue bangga." "Dyah, ciee... impiannya jadi penulis tercapai, nih!" "Kok foto yang dibelakang buku ini, mirip sama loe sih, Dyah..." "Ini serius, elo yang bikin buku ini?" Dan lain-lain ungkapan dari orang-orang yang gue denger. Tahukah kalian, Nak? Banyak kisah di balik pembuatan naskah itu. Kisah yang membuat gue sendiri menguras air mata hampir satu minggu. Kisah yang membuat gue amat sangat terpuruk pada masa itu. Mari scroll down terus tulisan ini. Luangkan sedikit waktu kalian buat baca sebuah kisah dari pembuatan naskah novel ini. *** Semua bermu...

SINOPSIS PBC: I Miss You, Dad! -Dyah Apriliani K

Gambar
[BARU TERBIT]  PBC: I MISS YOU, DAD! Alhamdulillah, salah satu target dalam hidup yang kutulis di kertas tercapai pada tahun 2014 ini. Punya buku solo! Banyak cerita dibalik penulisan buku ini mulai dari file cerita ini sempat hilang dan lain-lain. Temen-temen, di baca, yuk! Sudah tersedia di tokobuku dan kuharap pada suka sama ceritanya, dan bisa diambil hikmahnya    Ini sinopsisnya: Penulis Dyah Apriliani K Penerbit DAR! Mizan Harga Rp. 35.000,- Tanggal terbit Agustus - 2014 Chloe sangat sedih karena Ms. Grace, perempuan yang merawatnya sejak dia berumur tujuh tahun, selalu menyembunyikan keberadaan orangtuanya. Chloe akhirnya nekat mencari sendiri ayahnya yang dia tahu akan berada di Sydney untuk bermain drama di The Opera House. Namun, di tengah perjalanan dia terlibat sebuah penculikan yang aneh. Penculikan aneh apa? Mengapa pada akhirnya justru dia bahagia karena penculikan itu? Dapatkah Chloe bertemu ayah...

GREENIVE FEST'13 SMAN 5 TANGERANG

Gambar
Let us flashback for a while... Biarlah foto itu yang bercerita, mengungkap kejadian mengharukan di tahun 2013. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayangkan. Mungkin, ini belum seberapa dibanding dengan orang-orang di luar sana. Masih terlalu banyak orang hebat di luar sana, ketat sekali persaingan untuk saling mengakui mana yang paling hebat, dan tidak ada salahnya kalau kita berusaha untuk menjadi hebat dimulai dari hal-hal kecil. Suatu saat, kita akan bersinar lebih terang daripada bintang. Bulan bahasa dan acara Greenive (Ulangtahun sekolah) kebetulan berada di bulan yang sama. Sekolah dan OSIS memperundingkan dengan baik agar acara tersebut tidak bertabrakan dan menarik. Di acara bulan bahasa, tentu saja banyak sekali lomba tentang dunia literasi dan di acara Greenive banyak pula lomba beraneka ragam (seperti olahraga, daur ulang, juga lomba menulis). Setiap kelas diwajibkan untuk mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba-lomba tersebut. Gua awaln...

PENANTIAN...

Gambar
16 Juli 2014. Kepulan asap dari buangan kendaraan mengepul bersama dengan debu jalanan yang belum tersapu oleh air hujan. Roda-roda truk yang besar makin memperkeruh suasana. Jalanan makin berdebu, gersang. Motor ini tetap melaju dengan kecepatan sedang walau jalanan cukup lenggang. Barulah, ketika tiba di jalanan dua arah, motor melaju pelan sekali. Takut kalau menyenggol kendaraan lain. Dengan sabar, gua hirup semua udara kotor itu dan menelan mentah-mentah teriknya mentari siang. Jam hampir menunjukkan pukul dua, tapi perkiraan gua adalah, gua bakalan sampai ke tempat tujuan sebelum jam dua. Mata gua tetap awas melihat keadaan sekeliling, karena gua takut kebablasan. Gua hampir lupa dimana itu gerbang Dasana Indah, Bonang. Setelah melewati itu semua, akhirnya sampailah gua di depan gerbang itu. Teriknya mentari membuat gua terus memicingkan mata karena nggak tahan sama silaunya. Kaca helm gua turunkan, berharap dapat menghalau sinar matahari langsung. Gua ngelihat keadaan seke...

[REVIEW BUKU-SHOOTING STAR BY VERONICA GABRIELLA]

Gambar
Judul            : Shooting Star Penulis          : Veronica Gabriella Tahun Terbit  : 2014 Penerbit         : Ragam Media Halaman         : 200 Halaman Harga             : Rp. 35.000,- Cerita yang unik. Kericuhan demo kenaikan BBM di depan kantor DPR mempertemukan Hardia -seorang wartawan muda- dengan gadis pendongeng yang bernama Hana. Hana tampak ketakutan berada di tengah-tengah situasi itu, Hardia yang melihatnya langsung meminta Alfian -seorang fotographer yang juga temannya- untuk membawa Hana menjauh dari tempat kejadian. Alfian membawa Hana ke basecamp RN, Radar Nasional. Sebuah media cetak yang berada di kawasan Tangerang dan menjadi tempat Hardia dan Alfian bekerja. Hana yang awalnya ketakutan, lambat laun mulai mer...

I Really Miss...

Gambar
Suasana toko buku yang dingin, membuat aku makin merapatkan jaket hitam bergaris abu-abu di lengan semakin erat. Berharap hawa dingin dari pendingin ruangan itu tidak terlalu menusuk kulitku lagi. Dinginnya suasana toko buku yang agak lengang membuat aku semakin mengigil, kakiku pun gemetar. Bukan, kali ini, kaki ini bergetar bukan karena dinginnya AC. Tapi, ketika pacuan jantung ini semakin kencang saat melihatnya. Berdiri dengan rambut cepak dan kaos belang-belang dengan celana panjang berwarna cokelat. Dia sudah siap dengan sebuah mik dan di depannya ada meja kaca panjang yang memajang karyanya yang sedang booming . Aku datang terlalu cepat ternyata. Acara baru saja akan dimulai. Aku duduk di baris kedua, mendekap buku karyanya di dada. Tatapanku tak pernah teralih dari wajahnya yang putih bersih itu. Dia berbicara dengan santai, mengenai proses pembuatan karya itu, dan menceritakan apa saja halangan yang ia lewati. Semuanya sangat mempesona. Desau suaranya, penampilannya, dan ket...