Postingan

Cerita di Hari Jumat dan Kebahagiaan Lainnya...

Hari jumat adalah hari yang bisa mencetak tawa lebar di wajah gue. Beda banget sama hari senin, biasanya kalau hari senin, wajah gue bakalan datar dan gak bergairah *eah, lebay gitu, kan*. Tapi, kalau udah hari jumat, rasanya senyum atau tertawa itu nggak berat! Ini merupakan senyum semangat untuk menyambut weekend! Oke, di postingan kali ini, gue mau menceritakan apa aja sih, yang terjadi di hari jumat yang kemarin gue jalanin. Dan, gue juga mau ngebahas pertanyaan yang mampir di inbox facebook gue yang isinya: "Kakak kan udah nulis buku. Terus, gimana perasaan Kakak? Apa kata-kata orang di sekitar Kakak? Apa Kakak juga jadi terkenal di sekolah?" Wah, agak nggak selaw gitu ya, font nya. Hehehe.. kurang lebih isinya begitu. Sebenarnya, itu pertanyaan udah lampau. Tapi, kayaknya seru ngebahas hal ini. Muehehe... :3 *** Hari jumat gue dimulai dengan gue bangun nggak kesiangan! Yeay! Gue melakukan ritual pagi seperti biasa, dan langsung berangkat ke sekola...

DIBALIK PENULISAN PBC: LET'S MAKE A WISH!

Gambar
"Ini buku yang ke berapa? Hah, ketiga? Yang kesatu sama kedua aja belum baca!" "Terbit di seri PBC lagi, Dyah? Ih, kok bisa, sih?" "Kok bisa dalam satu tahun terbitnya tiga gitu?" "Kak, keren, deh. Selamat, ya..." "Kak, kavernya lucu..." "Ini buku kamu yang baru? Sini, Ibu mau beli." *** Setelah lama nggak ngepost lagi, akhirnya ketemu juga kesempatan indah ini <3 Yeay! Sama seperti yang sudah-sudah, setiap buku gue yang terbit, akan gue tulis kisah dibalik penulisannya. Tujuannya sih, hanya ingin berbagi pengalaman aja (apalagi sering banget gue ketemu pengalaman buruk pas lagi nulis. Bukan bermaksud ingin bilang, 'liat nih, gue bisa sukses, masa lo nggak?'. Tapi, lebih ke, 'liat nih, gue pernah melakukan kesalahan di sini, jangan sampai lo ngelakuin kesalahan itu juga.' Simple. Hehehehe... Btw, kalian udah baca kisah dibalik penulisan PBC: I Miss You, Dad! & PBC: Surpri...

Butuh Semangat Baru...

Tahu, rasanya ketika apapun yang digagas oleh otak tak pernah di tanggapi oleh mereka ? Mungkin terlalu sombong kalau aku meminta mereka untuk menanggapinya, tapi setidaknya, apakah mereka mendengarkan? Pernah tahu, bagaimana rasanya ketika dirimu seolah-olah hanya kertas putih tanpa noda tinta yang sudah lusuh dan lecek yang terbang terombang-ambing mengikuti kemana sang angin bertiup di tengah-tengah langkah kaki manusia yang ramai dan asik bercengkrama dengan teman-temannya, pernah tahu rasanya seperti apa? Sesakit apa? Ketika tak ada yang menanggapi dirimu sama sekali, tak ada yang mau berteman. Yang menganggap dirimu memang hanya kertas putih yang lusuh itu, yang sudah lecek itu. Ketika mereka merasa tanpamu, semua akan tetap berjalan baik-baik saja. Aku coba menghadapi semua dengan senyum getir, walau rasa takut masih menggelayuti dada. Rasa takut masih menghantui di setiap langkah kaki bergerak memasuki gedung bertingkat dua itu, sekolah. Rasa takut tidak memiliki teman, ...

Hari-Hari yang Lalu ...

Gambar
Sumber: http://dreamyhollic.blogspot.com/2013/11/the-rhythm-of-rain.html Acara itu ditutup dengan tepuk tangan meriah dari semua orang yang hadir. Ketika suara tepuk tangan sudah menghilang dan berganti dengan riuh-rendah suara para hadirin, aku masih bisa mendengar suara tepuk tangan dari orang di belakangku. Karena penasaran siapa yang bertepuk tangan, kutolehkan kepala dan mendapati sosok itu. "Penampilan kamu keren banget," ucapnya lantang, tidak seperti dia yang kutahu. Biasanya, dia tidak pernah selantang dan selancar ini kalau berbicara. Senyumnya teramat beda dibawah langit yang mulai menggelap. Aku mengernyit, tidak paham dengan maksud perkataan dia. Siapa yang tampil? Aku? Daritadi aku hanya menjadi penonton dan tidak menampilkan apapun. "Kan, aku nggak tampilin apa-apa," jawabku sambil tersenyum. Yang kutatap malah membalas tatapanku dengan hangat, dengan senyum yang tak pernah ia tunjukkan di hari-hari yang lalu. Dengan penampila...

Awal Mulanya Menulis... (2) Dyah Apriliani

Gambar
Malam! Digelap dan dinginnya malam ini, gue mau melanjutkan sharing tentang pengalaman menulis gue, nih. Yuk, yang udah baca post Awal Mulanya Menulis (1) Dyah Apriliani kita langsung lanjut di postingan kedua. *** Gue mulai mengenal serial Pink Berry Club atau disingkat PBC. Target gue waktu itu adalah, naskah novel pertama gue akan gue kirim ke sana. Tapi, saat itu, gue baru kirim naskah pertama gue ke PBC itu tahun 2012. Tepatnya, Maret 2012. Nah, gue inget banget nih pas di bagian ini. Jadi, gue nulis naskah itu dalam waktu satu bulan. Judulnya, 'My Name is Milo'. Berkisah tentang seorang anak perempuan yang berteman dengan hewan peliharaannya. Oke, awalnya gue emang masih polos banget. Ngerasa tuh naskah oke, jadilah gue kirim ke PBC. Nggak lama, tanggal 13 April 2012 (Sehari setelah gue ulang tahun) gue nerima amplop dari Mizan. Waktu itu, gue amat bertanya-tanya kira-kira isinya apa. Setelah gue buka, tiba-tiba hati gue langsung ngerasa....berkecamuk. Iya, se...

Awal Mulanya Menulis... (1) Dyah Apriliani

Gambar
Awalnya, nggak pernah kepikiran untuk menulis 'Suka-Duka Dalam Menulis' yang gue alami. Saat dapat salah satu inbox facebook dari salah satu teman dunia maya yang minta diceritain, kurang lebih kayak gini isinya, 'Kenapa si kamu nulis? Ceritain dong awalnya itu kayak gimana." Nah, setelah baca inbox itu, gue akhirnya memutuskan untuk menceritakannya lewat blog ini. Semoga cerita ini dapat memberikan manfaat, juga tambahan semangat untuk teman-teman. Mungkin, ini hanya cerita biasa yang 'semua orang tuh bisa ngalamin'. Tapi, cerita ini gue tulis berdasarkan sudut pandang gue, semoga masih berminat untuk melanjutkan baca sampai akhir. Saran gue, siapkan secangkir teh hangat atau susu hangat untuk nemenin baca, karena apa? Teh dan susu adalah minuman kesukaan gue. Hahaha /Gak nyambung/. Cerita ini, mungkin akan gue jadiin dua postingan, khawatir akan terlalu panjang dan ngebuat kalian bosen. Okelah, daripada terlalu lama ngulur waktu, langsung mulai aja, yaps...

RESENSI FANTASTEEN SCARY-HALTE ANGKER- BY DYAH APRILIANI

Gambar
Judul Buku     : Halte Angker Penulis             : Alief Wheza Harsojo Penerbit           : DAR! Mizan Terbit              : September 2014 Tebal               : 156 halaman Harga              : Rp. 35.000,- Halte? Jangan pernah anggap remeh tempat yang mungkin setiap pagi kita lewati/kunjungi. Alief Wheza Harsojo lahir di Jakarta, 12 Juni 1999. Saat ini sedang duduk di kelas 10 SMA di Sekolah Indonesia-Singapura. Namanya mulai dikenal ketika tahun 2013, saat novel pertamanya dengan judul ‘ The Legend of Hell’s Sword ’ yang juga diterbitkan dalam serial Fantasteen muncul. Sekarang, sudah ada tiga bukunya yang terbit. Buku keduanya adalah sebuah antologi kumpulan ...