BUKAN KISAH AAN & DEN
“ Kamu mungkin tidak akan sanggup menjadi aku.” Perkuliahan baru selesai tepat jam 11 siang waktu itu. Di saat otak Aan masih hangat mengingat-ingat materi yang baru diberikan oleh dosennya. Hidup Aan dianggap sangat mudah dan menyenangkan menurut teman-temannya. Bagaimana tidak, ia mampu menjawab pertanyaan dosen dengan sangat cemerlang, mampu mengerjakan quiz yang diberikan dosen dengan sangat baik, nilai UTSnya tidak mengecewakan, dan walau pun begitu, ia masih sering menyisihkan waktu untuk bergaul dengan teman-temannya, sejenak meluangkan waktu untuk jajan es di pinggiran jalan depan kampus. Aan selalu ceria saat di kampus, tidak pernah ia mengeluh dan menceritakan permasalahan hidupnya. Yang ada, ia selalu membuka telinga lebar-lebar dan sering memberikan tepukan atau pelukan hangat pada temannya yang telah selesai menceritakan permasalahan hidupnya. Setidaknya, begitulah menurut pandangan teman-teman Aan. Mungkin hanya Aan manusia di muka bumi ini yang tidak pernah t...